Review Penuh Kegabutan
Stuck mau nulis apa, tapi ya apa, biar ada isinya aja nih blog. Tunggu dulu, Soal buku nih ya, aku banyak terinspirasi dari seorang profesorku, Profesor Ali Aziz, beliau itu seorang Da'i yang sering kemana-mana, contoh ngimami shalat ied di Amerika, Afrika atau dimana gitu.
Dan salah dua dari yang beliau bilang,
1. Kamu bisa dikatakan lulus S1, ketika dalam pendidikan Strata Satu (S1) sudah membaca 200 buku. (disampaikan ketika Matrikulasi di Hotel Green-SA Inn, Surabaya. 2015)
2. Saya biasa me-listing semua buku yang sudah dibaca berikut penerbit dan data-data penting lainnya. (disampaikan ketika lagi ngobrol di ruang akademik fakultas, 2017)
Pada poin kedua, aku mencatat satu buku yang udah dibaca yakni, Time Management karya Marc Mancini terbitan Mc-Gill karena kegabutan yang terjadi saat ini. wkwkwk.
Kok bisa gabut? Ya, mau ngobrol sama gebetan, lagi sibuk banget kayaknya. Terus mau ngoding, lagi pengen yang baru. Terciptalah, ini.
By the way, aku gak bakal banyak bacot dalam catatan ini, ada satu hal yang penting dari waktu, dan ini ditulis oleh Marc Mancini di bukunya itu,
Jika misal, waktu yang kamu miliki 86.000 detik perhari dan itu dikonversikan jadi duit, maka semakin kamu menggunakan untuk hal yang tidak berguna, semakin banyak juga kerugian yang dimiliki. Mungkin ini menjadi alarm juga buatku, untuk menghindari kegabutan-kegabutan seperti ini, harusnya punya jadwal atau time-blocking untuk apa yang menjadi target hari, bulan atau bahkan tahun ini.
Masalahnya, waktu itu sendiri terlalu berhaga untuk dihargai oleh sebuah uang. Jadi inget kata-katanya Tony Stark di film Avengers, "No amount of money, can bought a second of time" yang intinya, uang sebanyak apapun, gak bakal bisa membeli sedetik waktu.
So, Time is money itu mungkin keliru, Time is Sword mungkin juga, dan yang bener untuk saat ini adalah Time is Kuota. wkwkwk.
Soal time-management, aku pernah nulis juga disini ( Gak ada orang sibuk ) ditulis pas lagi KKN.

Komentar (0)
Posting Komentar
Cancel