Gak Ada Orang Sibuk!
Entah hari keberapa KKN, intinya gua masih di Ngetrep, Jiwan, Madiun. Tinggal beberapa pekan lagi bakal balik ke Surabaya. Lumayan agak sibuk dalam beberapa hari terakhir sejak tulisan terakhir tentang KKN beberapa hari lalu. So?
Gua pernah baca satu meme, katanya, tidak ada orang sibuk, yang ada hanya mereka yang memilih prioritas dalam kehidupannya. Setuju, balas temen gue yang pada saat itu meme tersebut gue jadiin WhatsappStory. Bincang soal kesibukan, berarti ngobrolin soal waktu dari setiap individu.
Kita punya porsi waktu yang sama, tetapi penggunaannya berbeda. Ibarat sebuah handphone, baterai boleh sama hanya saja penggunaannya berbeda. Semakin produktif kita menggunakan porsi waktunya, tentu hasilnya juga akan berbeda. Bagaimana caranya? Gini. Bagi seorang petani, banyak porsi yang bakal dihabiskan dalam aktivitas pertanian atau perkebunan. Bagi seorang guru, mereka akan menghabiskan banyak porsi waktu di sekolah, berbeda halnya dengan pegawai, nelayan, buruh pabrik dan lain sebagainya.
Gua ambil contoh sebagai mahasiswa, status saat ini, beberapa orang nyangkanya kita mungkin penuh dengan kesibukan, jika ada. Saya sempat bertanya kepada diri sendiri, apa yang kamu lakukan hari ini? Saya agak kebingungan, apa yang dilakukan seharusnya membawa sebuah hasil entah itu secara nyata ataupun abstrak (misal: kepuasan batin) dan saya tidak menghasilkan apapun.
![]() |
| Vilfredo Pareto (Source: Google.com) |
Serasa porsi 24 jam hanya terlewatkan begitu saja. Hingga beberapa saat, sekitar semester 3, saya membaca sebuah buku yang memaparkan konsep Vilfredo Pareto tentang hukum 20/80. Pareto memberikan contoh, bahwa 80% ekonomi penduduk Italia dikuasai oleh 20% warganya. Contoh lainnya adalah Amerika, 80% aktivitas ekonomi warga Amerika berada dibawah 20% juragan-juragannya seperti Bill Gates (Microsoft), Hendry Ford (Ford Motor) dan pemilik-pemilik bisnis raksasa seperti Facebook, Amazon, Twitter dan lain sebagainya.
Saya aplikasikan dalam kehidupan, bahwa pada saat itu, sekitar semester 3, bahwa hanya 20% aktivitas saya yang dirasa penting, sisanya 80% adalah nganggur. Saya mulai menulis daftar semua kegiatan pribadi selama 24 jam, kemudian membaginya menjadi 2, kegiatan utama dan sampingan dan hasilnya benar, kegiatan penting saya hanya 20%. sejak saat itu juga, saya menyampingkan kegiatan-kegiatan lain dalam 80% dengan menggantinya menjadi kegiatan yang lebih produktif. Berikut contohnya:
Waktu
|
Kegiatan
|
04:30
|
Bangun
|
05:00
|
Kosong
|
05:30
|
Kosong
|
06:00
|
Kosong
|
06:30
|
Kosong
|
07:00
|
Mandi
|
07:45
|
Kuliah (Jika Ada)
|
12:00
| |
12:00
|
Kosong
|
13:00
|
Kuliah (Jika Ada)
|
16:00
| |
17:00
|
Kosong
|
18:00
|
Kosong
|
19:00
|
Kosong
|
20:00
|
Kosong
|
21:00
|
Kosong
|
22:00
|
Kosong
|
23:00
|
Kosong
|
24:00
|
Tidur
|
Setelah saya hitung, yang cuma demikian, saya membagi menjadi dua, kegiatan penting dan tidak. Kemudian memasukkan kegiatan-kegiatan opsional yang tidak setiap hari dilakukan seperti rapat, games di waktu kosong. Yah, setidaknya benar apa yang dikatakan Steve Jobs, yang menyenangkan bukan menjadi orang kaya tapi terbaring di kuburan, tapi ketika kita ingin tidur dan memikirkan hal besar yang telah lakukan hari ini.

Komentar (0)
Posting Komentar
Cancel