Nuri Alva Founder of WowThemes.net and creator of "Mediumish" theme that you're currently previewing. Developing professional premium themes, templates, plugins, scripts since 2012. Tidak ada komentar

Hidup Seperti Bugs

Bugs


Pas nulis ini, saya masih setengah ngawang. hehehe. Setengah gak sadar sambil nunggui mbak-mbak sysadmin bales pesan saya. Sebelumnya, saya nulis beberapa kode di .htaccess (salah satu file di website), eh, entah kenapa tiba-tiba error. Website jadi lazy load. Wah, untung ada ticketing di malam hari, so, gitu dah.



Sorry, bahasanya agak alien. Tapi, abaikan saja, langsung ngobrol soal judul, Live Such a Bug. Bagi developer atau programmer, bug adalah sisa-sisa dari apa yang udah dibuat. Kalo semisal si doi bikin bikin software, bug muncul setelah semuanya selesai. Kayak laman pendaftaran error, laman login gak bisa redirect ato apalah, jadi sesuatu yang udah sempurna, kadang disitu mulai muncul celanya.



Kata kaidah usul fikih gitu, Jika sesuatu itu sempurna, maka celanya baru keliatan. Hidup seperti bug, ketika muncul satu bug atau cela, maka kita cepat-cepat belajar dari bug tersebut. Terus berbenah, agar bug tersebut tidak muncul lagi. Seperti itu kegiatan orang yang menekuni sebuah software.



Jika emang ngerasa sudah sempurna, maka coba inget lagi kaidah diatas. wkwkw. Yah, seperti itu. Kadang bukan kita sendiri yang menemukan bug itu, semisal Facebook, Google atau Microsoft, mereka memanfaatkan orang lain untuk menemukan bug yang ada di software mereka. Setelah ditemukan, baru bug tersebut dibenahi. Hidup juga, kayaknya sama kalo dipikir-pikir, orang-orang disekitar yang berjasa menemukan celah. So, berterimakasihlah. Semoga saya bisa.



Gimana biar keliatan sempurna? Kalo software ya biarin di localhost aja. Berarti cuma kamu sendiri yang terus berusaha membenahi diri sendiri. Ibaratnya kalo di dunia nyata, tinggal dihutan. Sendirian, yah, seperti itu. wkwkwk. 



Alhamdulillah, Bugs lagi. :)

Komentar (0)

Posting Komentar

Cancel