Nuri Alva Founder of WowThemes.net and creator of "Mediumish" theme that you're currently previewing. Developing professional premium themes, templates, plugins, scripts since 2012. Tidak ada komentar

#TarawihInstagrammable





            Hastag #TarawihInstagramable sempat trending topik di Twitter. Saya cukup geli ngebaca twit dan balasan tentang hastag tersebut. Kenapa dan siapa orang yang menenggarai hastag tersebut tentu Anda bisa membacanya di situs. Namun bukan itu yang bakal saya bawa disini, Tarawih Instagrammable yang saya pakai sebagai judul hanya sebagai pengundang selera, selebihnya ya tentang tarawih itu sendiri.

            Dulu, ketika Nabi masih di Madinah, beliau memang sempat melaksanakan Shalawat Tarawih. Waktu itu hanya dua malam beliau melaksanakannya bersama para sahabat, selebihnya beliau melaksanakan Shalat tersebut di rumah. Bagaimana hukumnya shalat tarawih? Sunnah. Karena memang Imam Ghazali mengkategorikan Shalat Tarawih sebagai shalat tahunan, karena hanya dilaksanakan dibulan Ramadhan atau bulan kesembilan dalam kalender Hijriah.

            Nah sekarang bagaimana? Bentuk tarawih yang dilaksanakan sekarang itu adalah peninggalan sahabat, Khalifah Umar bin Khattab. Beliau yang berinisiatif untuk melakukan shalat tarawih secara berjamaah. Karena berdasar hadis, shalat berjamaah mempunyai nilai lebih daripada sendirian. Hanya saja disini timbul persoalan, lebih utama manakah, shalat tarawih sendirian atau berjamaah? Jika merunut pada zaman Nabi, tentu sendirian lebih utama, karena hal tersebut bernilai sunnah.

            Lagi pula, shalat sunnah di rumah itu lebih utama daripada shalat sunnah di masjid. Begitu juga sebaliknya, shalat wajib di masjid lebih utama daripada di rumah. Nah, karena mempertimbangkan beberapa hal, seperti kadang mengantisipasi malas untuk shalat tarawih dan juga keutamaan pahala shalat berjamaah, maka beberapa ulama sepakat bahwa shalat tarawih secara berjamaah itu lebih dianjurkan.

            Berapa rakaat, delapan atau dua puluh? Itu terserah Anda. Karena di antara keduanya sudah banyak dalil yang menerangkan, dan yang terpenting itu shalat daripada hanya memperdebatkan jumlahnya. Wallahu a’lam.




Komentar (0)

Posting Komentar

Cancel