Menyapa Senyap
Jika ada orang yang terlalu takut untuk mengutarakan perasaannya, mungkin diantaranya aku. Rabu ini, kuliahku hanya 2 sks, dari jam 08 hingga jam 09:30. Itu berarti ada sekian jam yang bisa kugunakan untuk beraktifitas lebih. Masih berkutat dengan aktivitasku, setelah jam kuliah aku sengaja duduk di serambi fakultas sembari surfing di internet untuk membuka email dengan laptop.
Sekitar 20 menitan aku disana, benar-benar tidak sadar bahwa adik kelasku datang. Menghampiriku, sebentar, aku dulu sempat suka, ia benar-benar berbeda, maksudku ia begitu manis untuk penilaianku sendiri. Yah, dia benar-benar manis.
“lagi ngapain kak?” tanyanya
“owh, lagi browsing aja nih, ada apa?”
“kakak udah makan?”
“belum”
“makan yuk, aku traktir”
“hehehe” aku tertawa lirih ..
“ya udah!”
Penilainku mungkin beda dengan yang lain tapi bagiku, ia benar-benar manis sehingga kita jalan bareng ke kantin kampus. Sesekali, aku hanya Jaga-Image .. wkwkwk ... bytheway .. senang bagiku adalah bisa dekat bersama orang yang ku suka. Walaupun ia tidak benar-benar tahu bahwa aku menyukainya.
Dan finally, kita tiba di kantin kampus. Kita makan bareng dan sengaja aku duduk didepannya. Salah satu dari beberapa teknik agar lawan bicara bisa fokus dengan kita, ialah duduk didepannya (jika itu memungkinkan), dan menjauhkan pandangannya dari lalu lalang (jika memungkinkan lagi) wkkwkwk.
Cause of aku enggak paham jenis mode pakaian wanita, so gak jadi ku diskripsikan disini. Hehehe. Intinya, pakaiannya yang selalu ku lihat, nampak pas dengan orangnya. ia nampak bercerita banyak, aku lebih suka mendengarkan dan melihat ekspresi dia berbicara, sesekali menyela hanya mengucap ... oww, that’s great ato apalah pokok kelihatan aktif didepannya.
“kakak udah punya pacar?” ia nanya simple dan nampar banget. Masih untung aku enggak bersikap kayak di sinetron yang tiba-tiba kesedak karena pertanyaan. Wkwkw.
“belum, dek!”
“hahaha .. jones” dia ngebully
“btw, kenapa enggak nyari kak?”
“nyari? Kakak suka sama seseorang(kamu .. dalam hati), cuma kayak gak pas aja kalo langsung diutarakan sekarang, mending entar kalo udah pas .. pas mau nikah”
“wah, entar kalo dia nikah duluan gimana?”
“makanya, kakak kan gak terlalu kecewa, penginnya gitu, dalam kesempatan lain, suka langsung aja nikah”
“iya juga sih” balasnya sambil menyeruput es teh.
“aku setuju sama kakak, mending jangan dulu, biar gak kecewa amat”
“iya iya, tapi kalo punya komitmen gapapa. Andai berpindah hati itu semudah membalikkan tangan, tentu bukan masalah”
“wuiiihhh ... quotes nih” dia langsung ngambil hapenya.
“kak, bener ku jadiin status nih di Whatsapp” tambahnya.
“hahaha ...”
Begitulah sepotong kisah hari itu. Kami pulang pas duhur menjelang. Entah, aku lupa buat nanyain dia udah punya pacar ato belum, tapi itu bakal jadi PR buatku, sebagai bahan obrolan ketika aku sempat jalan lagi bareng dia. Hehehe. GoodDay .. Syukurku aku senang hari itu.

Komentar (0)
Posting Komentar
Cancel