Santri Pesantren Founder of WowThemes.net and creator of "Mediumish" theme that you're currently previewing. Developing professional premium themes, templates, plugins, scripts since 2012. Tidak ada komentar

Catatan Pranikah 02 - Gak ada tunai, Gak damai!

     Pasti udah pernah denger kalo uang bukan segalanya, tetapi segalanya butuh uang. Tingkat validitas kata-kata ini sekitar delapan puluh persen, sebab jika kamu hidup dan bergantung kepada alam dengan cara-cara konvesional seperti barter, it works! Pada kenyataannya, tidak semudah itu Ferguso!


 


    Bahkan di desa sekalipun saat ini, uang itu dibutuhkan.  Tetapi tidak dalam jumlah yang dibutuhkan orang pinggiran atau bahkan orang kota. Inget salah satu keterangan dalam literatur pesantren, ketika awal mula uang diciptakan, Iblis langsung menempelkan hal itu di dahinya. Katanya, yang sibuk nyari ini, bakal jadi temanku di neraka. WTH.


    Ini bukan buku soal pengembangan diri atau bisnis yang akan mengajari pembaca bagaimana cara menebalkan pundi-pundi harta.  Soal uang dalam keluarga itu harus dibicarakan di awal bersama pasangan, karena mencari nafkah itu keharusan bagi seorang suami sementara kesepakatan ada bersama istri. Nilainya kan yang penting usaha, jika rela untuk hidup berdua dengan kenyataan harta yang sudah ada, maka nilai uang sudah tidak menjadi masalah. Karena nyarinya bisa bareng. 


    Karena pertanyaan yang perlu ditekankan sebelum mengarungi rumah tangga adalah udah siap dengan ekonomi yang sudah ada? Kalo hidup sendiri makan atau enggak itu bukan persoalan, tetapi kalo udah ada istri dan anak, itu menjadi pertanyaan yang wajib dijawab. Penting bagi cowok, setelah tau siapa yang akan diajak nikah, harus tau juga apa yang akan dilakukan setelahnya. Sementara bagi cewek, setelah tau siapa yang ngajak nikah, harus tau juga apa kerjaannya. Kenapa?


    Biar gak nyesel. Wkwkwk. Kalo tau cowoknya pemalas dan gak mau kerja, cewek mo gimana lagi? Nerima gitu aja karena udah cinta? Kalo laper mo balik lagi ke orang tua? Gapapa sih kalo gak malu. Hehehe. Juga, kalo ceweknya nerima, nerima pasrah cowoknya gak ngapa-ngapain, penulis gak bisa ngomong apa-apa. Karena cinta, kadang membutakan segala-galanya! 



Komentar (0)

Posting Komentar

Cancel