Santri Pesantren Founder of WowThemes.net and creator of "Mediumish" theme that you're currently previewing. Developing professional premium themes, templates, plugins, scripts since 2012. Tidak ada komentar

Catatan Pranikah 04 - Doa dan Restu!

     Ketika ngomongin soal tema ini, pertanyaan pada sebuah pasangan bisa jadi mereka bersatu karena cinta di awal atau di akhir. Maksudnya gimana? Gini, cinta di awal berarti kalean merintis hubungan dari pandangan atau chattingan pertama sebelum orang tua mengetahuinya. Cinta di akhir, gampangnya dijodohin.


 
    Bagi orang-orang kita, Indonesia lah gampangnya, sebuah pasangan seyogiyanya mendapatkan restu atau doa dari kedua orang tua keluarga si cowok atau cewek. Enggak ada masalah kalo cintanya di belakang, karena orang tua udah pasti setuju sementara buat yang jatuh cinta diawal, itu menjadi pertanyaan karena harus memintanya dulu.


    Penting gak sih doa dan restu? Buat kalian yang enggak, poin ini bisa disekip. Sementara jika iya, itu sebuah perjuangan banget. Cinta itu bisa tumbuh. Mengorbankan orang yang sudah lama banget bersama pembaca, kayak keluarga yang diminta restunya entar, demi seseorang yang baru dikenal itu sangat disayangkan banget.


    Kata pepatah, cinta itu tumbuh karena terbiasa. Proses tembak menembak biasanya terjadi dalam lingkup pertemanan, karena apa? Karena biasa ketemu. Bisa temen sekelas, temen sekampus, temen se-RT dan lain sebagainya wkwkwk.

 
    "Saya gak bisa cinta karena dia gitu!", apa?  Ketika harus menerima orang lain, ini saran dari dokter cinta, wkwkwk, enggak-enggak, tanyakan kepada diri sendiri, apa yang bikin gak bisa jatuh cinta sama si dia? Kurang cantik kah, kurang mapan atau apa gitu? Ketika intropeksinya udah selesai, seperti kata Raditya Dika, kadang supply and demand-nya ketemu.  Susahnya, kalo dari dalam diri justru terus memasang pagar resistensi atau penolakan, pokoknya kalo gak sama si dia gak mau, penulis gak bisa ngomong apa-apa soal itu. Jadi, bagaimana denganmu?

Komentar (0)

Posting Komentar

Cancel