Bulan Nikah
![]() |
| Image Source : Link |
Setelah menghadiri resepsi teman. Dari Jombang, menghitung ada berapa acara pernikahan sepanjang perjalanan ke Surabaya. Dan ternyata, wow! lumayan juga lah. karena bulan Syawal katanya memang lagi marak-maraknya acara pernikahan. wkwkw. Memang lumrahnya. Mungkin semacam pembalasan terhadap budaya ditanya "Kapan Nikah" oleh manusia kepada para jomblo di sana. Sehingga syawalnya yang menjadi bulan pesta.
Siap-siap aja, tiba-tiba dapet undangan dari mantan. Cowok atau cewek ya harus siap, tegar dateng ke mantenan mereka. Sesekali nonton SCRUD-nya Raditya Dika biar dapet motivasi mau ngapain di rumah mantan. Hahaha. Asal kamu mau, ya jadi nikah. Kata orang Jawa, Tresna Kui Jalaran Saka Kulina. Kulinane Saka Bojomu, Suwi-suwi Bakalan Tresna.
Hal itu udah lumrah pada Jawa Tempo Dulu. Putra-putri sudah besar, Kalo enggak cepat-cepat nikah, ya dinikahkan, khususnya perempuan. Dengan dalih diatas, bahwa cinta itu hanya karena keseringan, sering-sering aja entar bakalan cinta. Kata lain, orang yang menikah itu "wis wani napak, marang gapurane urip ing sejati".
Sudah berani beranjak, tidak main-main lagi karena menikah tidak berhenti hanya pada malam resepsi. Setelah malam itu, harus benar-benar menikah dalam artian mau untuk hidup bersama karena semuanya sudah bukan lagi milik saya akan tetapi milik kita bersama. Selamat menikah,
Siap-siap aja, tiba-tiba dapet undangan dari mantan. Cowok atau cewek ya harus siap, tegar dateng ke mantenan mereka. Sesekali nonton SCRUD-nya Raditya Dika biar dapet motivasi mau ngapain di rumah mantan. Hahaha. Asal kamu mau, ya jadi nikah. Kata orang Jawa, Tresna Kui Jalaran Saka Kulina. Kulinane Saka Bojomu, Suwi-suwi Bakalan Tresna.
Hal itu udah lumrah pada Jawa Tempo Dulu. Putra-putri sudah besar, Kalo enggak cepat-cepat nikah, ya dinikahkan, khususnya perempuan. Dengan dalih diatas, bahwa cinta itu hanya karena keseringan, sering-sering aja entar bakalan cinta. Kata lain, orang yang menikah itu "wis wani napak, marang gapurane urip ing sejati".
Sudah berani beranjak, tidak main-main lagi karena menikah tidak berhenti hanya pada malam resepsi. Setelah malam itu, harus benar-benar menikah dalam artian mau untuk hidup bersama karena semuanya sudah bukan lagi milik saya akan tetapi milik kita bersama. Selamat menikah,
Surabaya, 18 Syawal 1440

Komentar (0)
Posting Komentar
Cancel